Ketua DPRD Sukabumi Tekankan Pentingnya Pelestarian Budaya Pajampangan

DPRD5 views

JENDELAINFORMASIONLINE.com – Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, mengapresiasi penyelenggaraan Jampang Ngabhuana 3 sebagai upaya melestarikan budaya lokal sekaligus memperkuat identitas masyarakat Pajampangan. Ia juga menyatakan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan serupa agar dapat dikemas lebih meriah pada masa mendatang.

Apresiasi tersebut disampaikan Budi saat menghadiri gelaran Jampang Ngabhuana 3 yang berlangsung di Lapang Lodaya Setra, Kelurahan Surade, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (10/10/2026).

Kegiatan tahunan yang diprakarsai paguyuban Jampang Tandang Makalangan (JTM) itu mengusung tema “Muka Lawang Jampang”. Berbagai pertunjukan seni, pementasan kolosal sejarah Surade, hingga karnaval Jampana dari sejumlah kecamatan menjadi bagian dari rangkaian acara.

Sejak pagi, masyarakat dari berbagai wilayah Pajampangan memadati lokasi kegiatan untuk menyaksikan pertunjukan seni tradisional dan parade Jampana yang dihiasi hasil bumi serta kreasi masyarakat setempat.

Budi Azhar mengatakan, penyelenggaraan kegiatan kebudayaan tersebut menjadi kebanggaan bagi masyarakat Pajampangan. Menurutnya, pelestarian budaya perlu disertai dengan upaya menjaga persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat.

“Kami sebagai putra asli kelahiran Pajampangan tentunya merasa sangat bangga dengan adanya kegiatan Jampang Ngabhuana 3 ini. Jadi, bagi warga Pajampangan harus bangga dan tetap terus menjaga persatuan serta kesatuan,” ujar Budi Azhar di sela-sela acara kepada Sukabumiupdate.com.

Sebagai pimpinan lembaga legislatif di Kabupaten Sukabumi, Budi juga menyampaikan dukungannya terhadap upaya pelestarian kebudayaan daerah. Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan sehingga mampu menarik partisipasi masyarakat yang lebih luas.

“Kami sangat mengapresiasi tinggi kegiatan ini, dan berharap ke depannya acara seperti ini bisa diselenggarakan jauh lebih semarak lagi,” pungkasnya.

Jampang Ngabhuana 3 diharapkan menjadi wadah silaturahmi masyarakat Pajampangan sekaligus sarana memperkuat identitas budaya lokal. Selain menjaga keberlangsungan tradisi, kegiatan tersebut juga berpotensi mendukung pengembangan pariwisata berbasis kebudayaan di wilayah Sukabumi Selatan.

Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed